Blog
PPMA Papua Dorong Pengembangan Ekonomi Kampung di Kabupaten Jayapura
03 Jun 2026 · Penulis PPMA
Selain pemetaan wilayah adat dan penguatan kelembagaan Masyarakat adat, Perkumpulan untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat (PPMA) Papua aktif dalam pengembangan dan pemberdayaan ekonomi lokal di beberapa kampung di Tanah Papua salah satunya di kampung Imsar (Imeno Sarmai) di Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura, pandangan yang disampaikan saat kunjungan mitra langsung di Kampung Imsar awal Maret 2026.
Sejak tahun 2018, PPMA Papua telah berinisiatif aktif membangun ekonomi Masyarakat adat di Kampung, namun dalam kerja-kerja di kampung, PPMA tak berdiri sendiri dalam inisiatif tetapi ikut berkolaboratif dalam kelompok-kelompok masyarakat setempat yang telah berproses bersama instansi Pemerintah Daerah, kelompok-kelompok tersebut meliputi kelompok Vanili, Kakao, dan Gaharu.
Menurut Daniel Bairam, pendamping project PPMA Papua untuk Kampung Imsar, sejak tahun 2018 PPMA Papua telah ikut berkontribusi dan aktif berkolabrasi dalam kelompok-kelompok kerja yang ada, seperti kelompok Vanili, Kakao, dan Gaharu dengan fokus pada perolehan pemanfaatan bagi Masyarakat adat.
Sementara itu Naomi Marasian, SE, Direktur Perkumpulan untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat (PPMA) Papua kepada mitra dan Masyarakat menjelaskan, PPMA Papua telah beroperasi selama hampir 38 tahun, dengan mandat utama adalah masyarakat adat.
Naomi menambahkan, PPMA Papua sudah mendampingi Masyarakat adat di wilayah Grime, termasuk Namblong, sejak tahun 2003, dimulai dengan pemetaan wilayah adat secara manual yang kemudian menjadikan Namblong sebagai wilayah adat pertama yang diuji coba pemetaan secara partisipatif. Lanjut Naomi, Lembah Grime di diami tiga suku besar yaitu Kemtuk, Klesi dan Nambloung, ketiga suku ini diorganisir untuk menjaga tanah dan wilayah adat mereka ketika itu, setelah itu beberapa tahu kemudian, pada tahun 2010, PPMA membantu pemetaan wilayah adat Kampung Imsar menggunakan model yang berfokus pada pendekatan tingkat kampung dan komoditas unggulan.
Naomi menambahkan, Imsar dipilih karena dianggap sebagai "kampung sejarah" artinya kampung Imsar memiliki sejumlah cerita ketokohan yang berkaitan dengan perkembangan peradaban Pembangunan dan penyebaran Injil di wilayah Lembah Grime, sehingga inisiatif Imsar sebagai Pilot Project Ekonomi Kampung diharapkan akan memberi dampak positif bagi Masyarakat sekitarnya.
Ada hal menarik yang di jumpai PPMA dalam pendampingan pengembangan komoditas unggulan Masyarakat Imsar. Masyarakat Imsar mengenal komoditas Kakao sebagai ATM mereka, Masyarakat Imsar bisa mengambilnya kapan saja jika dibutuhkan, sementara Vanili dianggap sebagai komoditas jangka menegah, Masyarakat bisa menuainya saat anak lanjut sekolah atau kebutuhan Pembangunan rumah dan Gaharu Masyarakat mengidetikan sebagai tanaman investasi jangka Panjang, sejak tahun 2007, ketiga komoditas ini dianggap tanaman keluarga bagi Masyarakat Imsar.
Selain itu, terdapat juga dukungan terhadap kelompok ibu-ibu dalam kerajinan tangan, pengolahan sagu menjadi tepung, pembuatan minyak kelapa (fision), dan noken (tas tradisional) yang support PPMA Papua. Upaya seperti ini dilakukan untuk menghubungkan masyarakat dengan dinas terkait guna memperkuat inisiatif dan kesejahteraan masyarakat lokal.