Website ini masih dalam tahap pengembangan. Konten teks, gambar, dan link yang ditampilkan belum valid dan masih dalam proses pengerjaan.
Beranda › Sejarah PPMA Papua

Sejarah PPMA Papua

Perjalanan PPMA Papua sejak 1988 dalam mendampingi masyarakat adat Papua

Ilustrasi Sejarah PPMA Papua

Tentang Kami

Perjalanan PPMA Papua

Perkumpulan Terbatas untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua (PPMA Papua) adalah bagian dari Civil Society Organisation (CSO) yang bergerak di bidang pengorganisasian dan penguatan masyarakat adat.

Didirikan pada tahun 1988 dengan nama Yayasan Pendidikan Hukum Masyarakat Adat (YKPHMA) Irian Jaya, oleh Ibu Maria Ruwiastuti, Zadrak Wamebu, Dr. Loupaty, dan beberapa pendiri lainnya — sebagai respons atas kondisi HAM masyarakat adat yang semakin tertindas di Papua.

Sejak awal berdirinya, PPMA Papua berkomitmen menempatkan masyarakat adat Papua sebagai subjek — bukan objek — dalam proses pembangunan. Lembaga ini hadir sebagai jembatan informasi dan agen perubahan bagi masyarakat dalam mempertahankan hak-hak mereka atas tanah dan sumber daya alam.

Selama lebih dari tiga dekade, PPMA Papua telah mendampingi masyarakat adat di berbagai wilayah Papua, termasuk Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Mappi.

Tonggak Sejarah

1988

Pendirian YKPHMA

Didirikan dengan nama Yayasan Pendidikan Hukum Masyarakat Adat (YKPHMA) Irian Jaya oleh Maria Ruwiastuti, Zadrak Wamebu, dan Dr. Loupaty.

1997

Akta Pendirian Resmi

Akta pendirian resmi PPMA Papua ditandatangani pada 31 Oktober 1997.

2020

Periode Kerja Baru

Memasuki periode kerja 2020–2025 dengan 5 pilar program strategis: PMA, KPP, PEMA, PPA, dan PISD.

2025

Penguatan Kelembagaan

Melanjutkan penguatan kapasitas kelembagaan dan program pemberdayaan masyarakat adat di 7 wilayah adat Tanah Papua.

Tertarik Bermitra dengan PPMA Papua?

Kami terbuka untuk kolaborasi dengan lembaga, pemerintah, dan sektor swasta yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat adat Papua.