Beranda › Blog

Blog

Ekonomi Adat

Pengembangan Gaharu di Kampung Imsar Tunjukkan Hasil Nyata Sejak 2018

05 Jun 2026 · Penulis PPMA

Pengembangan Gaharu di Kampung Imsar Tunjukkan Hasil Nyata Sejak 2018

Imsar, Papua – Upaya pengembangan tanaman gaharu yang dilakukan masyarakat Kampung Imsar bersama Perkumpulan Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat Adat (PPMA) Papua menunjukkan perkembangan yang positif. Program yang telah dimulai sejak tahun 2018 itu kini memasuki tahap yang menjanjikan, dengan ribuan pohon gaharu yang telah tumbuh besar dan siap memasuki fase produksi.

Pendamping program, Daniel Bairam menjelaskan bahwa seluruh tahapan budidaya telah dipersiapkan secara bertahap, mulai dari persemaian, penyediaan bibit, hingga penanaman di lahan masyarakat. Saat ini, hasil budidaya tersebut sudah dapat dimanfaatkan, meskipun sebagian masih dilakukan secara manual.

“Sejak tahun 2018 kami mempersiapkan bibit dan melakukan penanaman. Sesuai rencana, pada tahun 2027 pohon-pohon gaharu yang ada sudah dapat memasuki tahap penyuntikan untuk menghasilkan gaharu berkualitas,” jelasnya.

Kampung Imsar sendiri menjadi salah satu lokasi utama pendampingan PPMA Papua dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Selain gaharu, program pendampingan juga mencakup komoditas kakao dan Vanili yang dikelola melalui kelompok-kelompok kerja masyarakat.

Menurut pendamping lapangan, fasilitas persemaian dan paranet yang digunakan saat ini telah dibangun sejak tahun 2018 melalui dukungan berbagai pihak. 

“Fasilitas persemaian ini sudah dibangun cukup lama. Melalui kerja sama Kemitraan PPMA Papua dengan berbagai pihak,  kami berupaya membantu masyarakat mengembangkan tanaman gaharu secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil dari program tersebut kini mulai terlihat. Pohon-pohon gaharu yang ditanam beberapa tahun lalu telah tumbuh besar dan berkembang dengan baik di kebun-kebun milik masyarakat. Bahkan, sebagian tanaman telah mencapai ukuran yang siap memasuki tahap penyuntikan sebagai proses pembentukan gaharu.

Ia menjelaskan bahwa tanaman yang ditunjukkan kepada para tamu saat kunjungan hanya merupakan contoh awal dari proses pengembangan yang telah dilakukan. Sementara itu, jumlah tanaman yang tumbuh di kebun masyarakat jauh lebih banyak dan memiliki ukuran yang lebih besar.

“Yang diperlihatkan kepada para tamu ini hanya contoh awal. Di kebun masyarakat jumlahnya jauh lebih banyak dan sudah tumbuh besar. Banyak yang sudah siap untuk memasuki tahap penyuntikan sehingga nantinya dapat menghasilkan gaharu yang bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Melalui program pendampingan yang berkelanjutan, PPMA Papua bersama masyarakat Kampung Imsar berharap komoditas gaharu dapat menjadi salah satu sumber pendapatan unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian kampung di masa mendatang.

Tertarik Bermitra dengan PPMA Papua?

Kami terbuka untuk kolaborasi dengan lembaga, pemerintah, dan sektor swasta yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat adat Papua.