Beranda › Blog

Blog

Berita & Informasi

Menko Pangan Merajut Kedamaian dan Janji untuk Masyarakat Adat di Papeda Summit 2026

07 Sep 2026 · Penulis PPMA

Menko Pangan Merajut Kedamaian dan Janji untuk Masyarakat Adat di Papeda Summit 2026

SORONG – Ada kehangatan yang tak biasa di dalam Gedung L Jitmau, Kota Sorong. Di tengah riuh rendahnya aspirasi dan ketegangan diplomasi lingkungan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, hadir membawa keteduhan lewat untaian kalimat yang menyentuh hati para delegasi di PAPEDA Summit 2026.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini memulai sambutannya bukan dengan tumpukan data atau bahasa birokrasi yang kaku. Sebaliknya, ia memilih mengetuk pintu hati para hadirin dengan menyatakan ikatan personalnya yang mendalam dengan Bumi Cendrawasih.

"Saya itu datang ke Papua sudah ratusan kali. Dan saya suka, saya sayang sekali dengan Papua," ungkap Zulhas dengan nada suara yang penuh ketulusan, yang seketika disambut senyum hangat dari audiens yang memadati ruangan. Baginya, karakter orang Papua yang menggembirakan, menyenangkan, dan berhati baik adalah alasan mengapa wilayah timur ini selalu memiliki tempat spesial di hatinya.

Namun, sambutan tersebut bukan sekadar nostalgia atau basa-basi keprotokolan. Berdiri di podium utama, Menko Pangan langsung merespons esensi dari kekhawatiran yang disuarakan oleh para pemimpin daerah terkait masa depan hak-hak masyarakat asli Papua. Dengan tegas dan visioner, ia meluruskan arah komitmen pemerintah pusat mengenai bagaimana sebuah pembangunan seharusnya berjalan di atas tanah ulayat.

Menurut Zulhas, hakikat keberhasilan pembangunan tidak boleh lagi diukur dari seberapa masif potensi alam Papua yang berhasil dieksploitasi atau dikeruk. "Ukuran keberhasilan pembangunan bukan seberapa besar potensi Papua dapat dikelola, tetapi seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat adat Papua," tegasnya, disambut anggukan setuju dari Pj Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. 

Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan bahwa masyarakat adat bukanlah sekadar objek pasif atau penonton di pinggir jalan yang menerima dampak pembangunan. Mereka wajib dilibatkan sejak awal dan menjadi aktor utama yang memegang kendali atas kesejahteraan mereka sendiri, mulai dari kedaulatan pangan lokal yang terjangkau hingga perlindungan laut dan hutan tempat mereka bernaung.

Menutup sambutannya, Zulhas membuka pintu dialog selebar-lebarnya demi mewujudkan Papua yang maju sekaligus damai. Forum Papeda Summit ini dinilainya harus menjadi jembatan komunikasi yang jujur antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendengar apa yang benar-benar dibutuhkan oleh rakyat di tapak rumput. Sebuah pesan penyejuk yang menyiratkan bahwa di masa depan, pembangunan Papua akan berjalan beriringan dengan rasa hormat pada hak leluhur masyarakat adat. (Jahya Lourentz)

Tertarik Bermitra dengan PPMA Papua?

Kami terbuka untuk kolaborasi dengan lembaga, pemerintah, dan sektor swasta yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat adat Papua.