Beranda › Blog

Blog

Perempuan Adat

Hadir Lagi Kelompok Sekolah Alam Papua

26 May 2026 · Penulis PPMA

Hadir Lagi Kelompok Sekolah Alam Papua

Masalah sosial yang dihadapi mama-mama Papua dan anak-anak remaja bukanlah persoalan kecil. Mama Papua memiliki peran penting dalam menjaga dan menentukan masa depan keluarga, kampung, suku, dan masyarakat Papua.  Masa depan Papua sebenarnya dimulai dari seorang mama Papua—dari bagaimana anak-anak bertumbuh sejak dalam kandungan, mendapatkan gizi yang baik, kesehatan yang cukup, pendidikan, serta nilai-nilai kehidupan yang diajarkan dalam keluarga.

Namun, kondisi masyarakat Orang Asli Papua (OAP) saat ini masih menghadapi banyak tantangan. Perkembangan generasi muda belum berjalan dengan baik karena dipengaruhi berbagai masalah sosial, budaya, pendidikan, politik, dan juga kondisi dalam keluarga sendiri. Di banyak komunitas adat, perempuan masih memiliki akses yang terbatas terhadap pendidikan dan ruang untuk menyampaikan pendapat. Dalam pengambilan keputusan adat, perempuan sering berada di posisi belakang, padahal mereka memegang peran besar dalam membesarkan anak, menjaga kesehatan keluarga, dan membentuk kehidupan sosial masyarakat.

Perempuan Papua selama ini menjadi kelompok yang kurang diperhatikan dalam sistem adat dan pembangunan modern. Akibatnya, banyak anak mengalami kesulitan pendidikan, putus sekolah, kehilangan harapan, menganggur, terlibat pergaulan bebas, minuman keras, narkoba, hingga kehamilan di usia muda. Meningkatnya kelahiran usia dini juga menambah tantangan bagi masa depan generasi Papua.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat adat sedang menghadapi krisis sosial yang cukup serius. Nilai-nilai kehidupan mulai melemah dan ruang sosial menjadi semakin rapuh. Karena itu, dibutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk memperbaiki keadaan.

Berangkat dari situasi tersebut, Sekolah Alam (SELAM) hadir sebagai inisiatif pendidikan berbasis komunitas yang digagas oleh beberapa aktivis perempuan Papua. Organisasi ini bergerak secara mandiri untuk membantu perempuan dan anak-anak Papua, terutama dalam pemberantasan buta aksara dan pendidikan kritis. Fokus utama mereka adalah perempuan dan anak-anak yang rentan putus sekolah, sekaligus membangun kesadaran tentang budaya-budaya yang menghambat perempuan untuk berkembang.

SELAM juga menyiapkan tutor dan fasilitator lokal di kampung-kampung agar pendidikan dapat terus berjalan di masyarakat. Kegiatan mereka telah dilakukan di beberapa wilayah budaya Tabi di Papua. Dari hasil pengamatan, ditemukan bahwa sistem adat yang masih kuat menempatkan laki-laki lebih dominan dalam pengambilan keputusan sehingga perempuan sering kesulitan mendapatkan akses pendidikan dan kesempatan berkembang.

Selain itu, masalah buta aksara masih menjadi hambatan besar bagi perempuan Papua untuk mendapatkan informasi dan meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka. Banyak masyarakat adat juga mengalami kerugian, termasuk kehilangan tanah adat, karena tidak mampu membaca dokumen dan memahami proses administrasi.

Direktur PPMA Papua, Naomi Marasian, SE, menjelaskan bahwa perempuan Papua sebenarnya memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga kehidupan sosial, budaya, dan masa depan komunitas adat. Namun selama ini pembangunan lebih banyak berbicara tentang masyarakat adat secara umum tanpa memberi perhatian khusus kepada perempuan.

Karena itu, menurut Naomi, PPMA Papua sebagai Lembaga pendamping akan support kelompok SELAM untuk memperkuat pendidikan perempuan adat. PPMA telah membantu kegiatan penguatan organisasi, penyusunan program, legalitas, SOP, dan modul pembelajaran. Pendekatan yang digunakan SELAM berbasis budaya lokal dan bahasa masyarakat setempat agar lebih mudah diterima oleh komunitas.

Wilayah awal kerja SELAM berada di Wilayah Tabi Papua dan komunitas masyarakat Mamberamo di Kabupaten Jayapura. Banyak masyarakat di wilayah ini kehilangan akses pendidikan akibat konflik dan perpindahan dari kampung mereka di masa lalu. Karena itu, SELAM ingin membangun pusat belajar yang nantinya bisa dikembangkan ke wilayah lain.

Ke depan, SELAM tidak hanya fokus mengajar, tetapi juga membangun kader pendidikan lokal agar masyarakat kampung dapat melanjutkan proses belajar secara mandiri. Pada tahun 2026, fokus utama organisasi ini adalah memperkuat fondasi kelembagaan, menyusun modul pembelajaran, membangun sistem organisasi, dan menyiapkan rencana kerja jangka panjang demi keberlanjutan pendidikan masyarakat adat Papua.

Tertarik Bermitra dengan PPMA Papua?

Kami terbuka untuk kolaborasi dengan lembaga, pemerintah, dan sektor swasta yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat adat Papua.